Uncategorized

Hukum Puasa tapi Tidak Sahur sebab Kesiangan, Apakah Sah? Begini Kata Buya Yahya

Puasa di bulan Ramadhan perlu hukumnya bagi orang yang beragama Islam, telah baligh, berakal, tidak bepergian, sehat (mampu mobilisasi puasa). Orang yang meninggalkan puasa Ramadhan perlu mengganti di bulan lain sejumlah hari yang ditinggalkan.

Ibadah puasa Ramadhan di mulai bersama dengan niat terhadap malam hari hingga sebelum saat subuh. Muslim yang berpuasa tapi tidak niat, maka puasanya tidak sah. Itulah pentingnya niat dalam tiap tiap ibadah, termasuk puasa.

Selain niat, orang yang hendak berpuasa dapat melakukan sahur. Sahur adalah kesibukan makan dan minum sebelum saat fajar menjelang kala puasa.

Jika puasa tanpa niat tidak sah, kemudian judi bola online bagaimana kalau tersedia masalah yang berpuasa tapi tidak sahur? Apa hukum puasa tidak sahur sebab kesiangan?

Pertanyaan tersebut dulu dijawab oleh Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif dengan sebutan lain Buya Yahya. Simak tersebut penjelasan Buya Yahya.

Kata Buya Yahya soal Puasa tapi Tidak Sahur

Buya Yahya mengatakan, hukum puasa tapi tidak sahur adalah sah sepanjang melakukan niat di malam harinya. Meski begitu, orang yang berpuasa tapi tidak sahur dapat merasakan lapar di siang harinya.

“Sahur adalah sunnah, bukan wajib. Semakin dekat terhadap kala fajar semakin bagus, asalkan tetap percaya bahwa kala itu sebelum saat datangnya fajar shadiq,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Jumat (15/3/2024).

Batas sahur bukanlah imsak, melainkan adzan subuh. Buya yahya mengatakan, kala kala imsak sejatinya tetap boleh makan dan minum. Imsak adalah wujud bersiap-siap agar menjelang Subuh tidak lagi makan dan minum.

Ada lebih dari satu orang mengingkari imsak (dengan dalih) gak tersedia di zaman nabi. Ini (imsak) tujuanya untuk siap-siap. Maka, imsak itu untuk siap-siap masuk kala subuh,” jelas Buya Yahya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *